KEPERAWANAN, PENTINGKAH?

|

Pentingkah keperawanan? Hingga DPR mengusulkan untuk tes keperawanan bagi siswa siswi. Bukankah, pelajar di kota kembang dengan begitu terus terang mengatakan bahwa ‘virgin ga oke’.

Bukankah keperawanan sudah terkesan sebagai sesuatu yang biasa saja dan bernilai tidak seberapa. Jika dulu dikatakan bahwa keperawanan adalah mahkota wanita, maka kini pendapat itu sia-sia, karena nyatanya keperawanan –bagi sebagian wanita- sama sekali tidak bernilai sebernilainya mahkota. Maaf, mungkin kata lain yang lebih pantas adalah murah, bukan bernilai, tentu saja hanya bagi mereka yang menyerahkannya dengan sangat murah dan sia-sia kepada pria bejat yang sama sekali tidak berhak atasnya.

Jika perbincangan remaja selalu dekat dan penuh dengan materi cinta, maka yang demikian sama sekali tidak selaras dengan apa yang kita lihat kini dengan remaja kita. Tidak pantas orang-orang yang memberikan keperawanan dan keperjakaannya kepada yang tidak berhak berbicara cinta. Nafsu birahi adalah bahasan yang tepat bagi mereka, bukan cinta ataupun kasih sayang.

Andaikan saya adalah pujangga cinta yang mencintai kesucian, dan andaikan saya adalah seorang penyair yang memuja cinta sejati, maka sungguh hinaan yang paling besar bagi saya adalah ketika orang-orang berbicara cinta seenaknya. Tidak rela pula diri ini ketika orang-orang me-label-i nafsu birahi mereka yang menggelora dengan label cinta dan kasih sayang. Karena itu bukan cinta, bukan pula kasih sayang.

Andai pula saya adalah seorang calon istri yang berjuang begitu keras untuk kesucian saya, maka sungguh saya sama sekali tidak sudi bersuami dengan pria yang rela menukar kesuciannya dengan dosa, dan yang tega merenggut keperawanan wanita atas nama “cinta”. Andai saya adalah seorang pria yang berketetapan hati untuk memberikan kesucianku hanya kepada istri, sungguh saya tidak sudi untuk mempersunting wanita yang atas nama cinta menyerahkan tubuh dan kesuciannya kepada pria lain.

Mari kita coba bayangkan diri ini adalah diri yang suci, bagaimanakan perasaan seorang istri yang menjaga kesuciannya dengan bagus, dan kemudian mendapati seorang suami yang dengan mudahnya memuaskan birahinya kepada wanita-wanita yang bukan haknya? Atau mungkinkah seorang pria yang berusaha keras menjaga kesucian dirinya menerima gadis yang tidak lagi perawan untuk menjadi pendamping hidupnya? Sungguh andaikan kita adalah bagian dari orang-orang mendambakan cinta sejati, yang mencintai cinta dan mencintai kasih sayang, juga mencintai kesucian, maka tidak akan pernah rela memberikan dirinya kepada orang yang tidak suci.

Andaikan diri kita adalah diri yang suci, yang dengan keras menjaga tubuh dan kesucian kita, maka dengan sejujurnya keperawanan dan keperjakaan adalah hal suci yang terhormat dan sungguh berharga. Karena kesucian itulah bukti cinta sejati kita kepada suami atau istri kita, jika sebaliknya maka kita telah begitu menyakiti dan menghancurkan arti cinta sejati kepada pasangan hidup mati kita kelak –insyaAlloh-.



4 komentar:

ajeng said...

Janji Allah : Perempuan baik-baik untuk laki-laki baik-baik, demikian juga sebaliknya..

GeMa Pelajar Pembebasan Indonesia said...

CINTA karya: Pujangga Stress

CINTA ADALAH PACARAN
PACARAN ADALAH CINTA
SEHINGGA CINTA HARUS PACARAN
KARENA PACARAN CINTA
TIDAK ADA CINTA TANPA PACARAN

silahkan lihat di saluran2 Tivi kesayangan anda, bagaimana para pujangga stress membebekan remaja

samsul plur said...

ILMU KOMPUTER DAN LAPTOP
Cara Memperbaiki Jaringan Komputer, LAN
Cara Memperbaiki Window 7
Cara Memperbaiki Hardisk Komputer/Laptop
Cara Memperbaiki Motherboard Komputer
Cara Memperbaiki Printer
Cara Memperbaiki Laptop Rusak Mati
Cara Memperbaiki Power Supply Rusak/Lemah
Cara Memperbaiki Monitor Komputer
Cara Memperbaiki Monitor LCD
Cara Memperbaiki Monitor Laptop
Cara Memperbaiki Komputer

kelinci said...

wow great post. Kelinci

Post a Comment

thanks for visiting my blog, just please give me comment to my articles.

 

©2009 My Perspective | Template Blue by TNB