Traffic Light, Senyatanya Pragmatisme Mahasiswa

|

Pada sisi kehidupan tertentu dari mahasiswa terlihat sisi idelaisme yang menawan, pemikiran atas konsep kehidupan yang tinggi dan argumentasi yang penuh teori, memandangi kehidupan dari sisi kesempurnaan.

Semua tiada berarti ketika semua itu berbetah bersemayam dalam kepala, semua tiada guna jika hanya omong kosong representasi intelektual mahasiswa, tapi itulah senyatanya.

Betapa mirisnya hati mengamati betapa bodoh dan tololnya akademisi perguruan tinggi yang tinggi teori, sama sekali tidak mampu memahami apa arti nyala lampu traffic light di pertigaan kampus. Saya rasa mahasiswa tidak cukup cerdas untuk memahaminya, lalu apakah patut dipercaya tuntutan lantang mereka dalam aksi-aksi yang terkesan perduli pada rakyat dan negara, sementara mereka tiada perduli dengan hal sekecil 'traffic light'?




 

©2009 My Perspective | Template Blue by TNB